Friday, 21 December 2012

EVOLUSI ILMU YANG PENUH KEGALAUAN



Perubahan sebuah kata yang mengandung pengertian adanya suatu gerakan apakah ke lebih baik atau semakin buruk. Berbicara mengenai perbuhan tentu kita tidak akan lepas dari kata Evolution dalam bahasa inggris dan sering disebut dengan evolusi. Evolusi bermakna luas mengenai perubahan namun dalam hal ini kita menyempitkan arti kata evolusi hanya untuk cabang biologi. Evolusi yang berarti suatu perbuhan yang terjadi dalam skala besar pada makhluk hidup dan dalam tempo waktu yang sangat lama. Evolusi jika dikaji dalam sebuah ilmu yang ilmiah secara teliti jika kita kembali ke makna ilmiah sendiri bahwa ilmiah haruslah bisa diuji tidak sebatas teori akan tetapi bagaimana dengan evolusi ? Jawabannya hingga kini masih menggantung , yang pasti adalah hingga kini beberapa teori telah banyak bermunculan mengenai evolusi dengan berbagai penjelsan dan penyertaan bukti – bukti yang sebenarnya tidak begitu valid.
Bermula dari teori yang cukup menggetarkan dunia keilmuan yang paling dekat dengan kebenaran dan masih dianut hingga sekarang yaitu teori Darwinisme yang mengatakan bahwa evolusi terjadi melalui dua tahapan yaitu seleksi alam dan mutasi.  Sebelumnya sebuah teori mengenai evolusi juga pernah dicetuskan oleh Lammark, Ia menganologikan teori evolusi dalam sebuah perumpamaan leher jerapa, dijelaskan bahwa terdapat dua jenis jerapah , ada yang berleher panjang da nada yang berleher pendek. Jerapah berleher panjang akan tetap hidup dan survive dengan lingkungan karena mampu mendapatkan makanan dari pepohonan yang tinggi , sedangkan jerapah pendek akan mati dan lama – lama punah karena tidak dapat meraih makanan . Sebelum saya memaparkan teori ini dibantah oleh Weismann, seperti yang kita tahu katanya makhluk hidup bisa beradaptasi, lalu mengapa yang pendek harus punah jika dia bisa beradaptasi dengan makanan yang lain yang tidak tinggi. Selanjutnya Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh. Percobaannya : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi. Dari percobaan Weismann teori lammark terbantahkan, hal ini terkait dengan suatu sifat yang dikarenakan karena adanya perubahan secara fisik tidak akan mempengaruhi genetic individu tersebut sifatnya hanya sementara dan tidak bisa diturunkan.
Teori Evolusi memang juga didukung oleh beberapa bukti yang ditemukan dan coba diulas secara mendalam oleh kaum evolusionis mulai dari embriologi hingga penemuan fosil – fosil. Embriologi manusia dan ikan yang memiliki kemiripan sama – ssama memiliki insang namun pada manusia celah insang itu tidak berkembang karena tidak digunakan. Nah, jika memang seperti itu coba saja taruh bayi yang masih kecil suruh hidup di air , apakah dia akan menjadi manusia ikan atau lama – lama menjadi ikan. Sekali lagi manusia tetap manusia. Darwin mengatakan bahwa evolusi terjadi karena adanya Natural Selection / Seleksi Alam. Spesies yang adaptif akan mampu bertahan hidup sedangkan yang tidak adaptip akan punah contohnya pada kupu – kupu biston betularia , kupu – kupu yang berwarna gelap lebih banyak dripada berwarna putih ketika adanya revolusi industry. Dan salah satru teori dari teori Darwin bahwa nenek moyang manusia mirip dengan kera namun karena adanya perubahan keadaan bentuk bumi sehingga menghasilkan manusia modern.
 Tambahan baru – baru ini telah ditemukan fosil Juramaia sinensis Merupakan fosil tikus yang diduga hidup sekitar 160 juta tahun yang lalu. Fosil ini diklaim merupakan nenek moyang manusia, lagi – lagi berlandaskan pada seleksi alam fosil ini menjadi seperti manusia jaman sekarang, mungkin jika evolusi itu terkait dengan kupu –kupu yang berwarna putih lebih sedikit ketika adanya revolusi industri tidak menjad masalah, namun ketika dikatakan bahwa nenek moyan manusia seperti tikus bahkan ada yang mengklaim tikus karena seleksi alam berubah jadi manusia, hal tersbut sangat tidak mungkin, seleksi alam tidak akan menciptakan spesies baru yang sangat ekstrim dari bentuk dan rupanya, kita lihat saja pada kenyataannya saat ini pada orang utan yang hamper punah karena kekurangan habitat atau spesies lain, apakah mereka berdaptasi menjadi spesies lain? Harun Yahya berpendapat ssedemikian rupa
Selain itu juga mutasi merupakan salah satu penyebab evolusi, berbcicara mengenai mutasi, seperti yang diketahui mutasi bisa terjadi pada tingkat gen maupun kromoso. Jika dikatakan bahwa mutasi penyebab evolusi, Yang menjadi pertanyaan besar apakah mutasi terjadi dalam populasi yang besar? Dan apakah terjadi kearah yang lebih baik. Pada kenyataaanya mutasi hanya terjadi pada skala kecil dan kearah yang buruk.Kita bisa meliihat disekitar seseorang yang terkena albino karena adanya mutasi genetic yang menyebabkan pigmen warna / enzim yang mengendalikan warna didalam tubuhnya tidak fungsional karena adanya mutasi. Pada Akhirnya kita hanya bisa menunggu sambil tetap berpikir kritis untuk memahami evolusi.

No comments:

Post a Comment