Monday, 17 December 2012

Jangan Pernah Menjadi Guru Jika Hanya Berbekal Otak Saja

Di era reformasi guru telah menjadi tulang punggung suatu pendidikan, tegaknya dunia pendidikan dapat dilihat dari kinerja guru, tanpa guru cacatlah suatu pendidikan. Jika ditelusuri dengan teliti sebenarnya banyak diantara guru - guru kita yang lalai dalam menjalankan tugasnya, iming - iming mempioritaskan pencapaian Standar kompetensi dan Kompetensi Standar banyak hal yang sebenarnya tidak kalah penting malah dilupkan atau memang sengaja dilupakan karena tidak mau repot. Saya tidak tahu harus memulai darimana yang jelas kelalaian itu banyak sekali, mungkin saya mulai dari hal yang kecil saja contohnya dalam evaluasi pembelajaran yang dilakukan, jarang sekali kita menemukan bapak dan ibu guru kita yang menganggap dirinya telah profesional bahkan  dengan predikat sertifikasi masih saja tidak melaksanak evaluasi pembelajaran , padahal hal tersebut merupakan komponen penting demi keberhasilan dan ketercapaian tujuan pendidikan, evaluasi pembelajaran yang terkait dengan pengukuran , penilaian hasil pembelajaran , tidak serta merta dilakukan dengan baik. Misalnya saja pada saat pembuatan soal pilihan ganda untuk ulangan harian, apakah soal tersebut sudah diuji validitasnya? reliabilitas ? tingkat kesukaran ? atau kualitas pengecoh ? hal - hal tersebut pada realitanya hanya sebatas teori dibangku perkuliahan. yup soal hanya dibuat semata - mata untuk simbolis saja namun apakah soal itu sudah diuji atau tidak, Allahuwalam bis sawab. Bagaimana pendidikan ini mau maju jika hal - hal seperti itu tidak sempat dilakukan dengan baik. Selain itu juga mengenai penetapan KKM ( kriteria ketuntasan minimal ) yang dalam penetapanya perlu ada kerjasama antar guru mata pelajaran pada sekolah yang mempunyai kualitas sama, pernakah kalian melihat guru - guru kita berkumpul menetapkan itu ? Dalam penetapan KKM yang juga begitu rumit dimana calon guru harus menetapkannya perindikator, barulah ditetapkan KKM untuk Kompetensi Standar, Anda bisa membayangkan betapa repotnya seorang guru jika mengerjakan hal itu sendiri , setiap kompetensi standara mempunyai beberapa indikator yang  harus ditetapkan KKM nya satu persatu, repot bukan ? Bahkan suatu konsep pembelajaran tuntas sudah sangat jarang diterapkan, remidial sebatas ujian ulang, pengayaan untuk siswa pintar sudah jarang dilaksanakan, keterbatasan waktu dan kesibukan pribadi menjadi alasan, yah  Menjadi guru memang repot kan ? , bahkan dosen saya sampai mengatakan untuk menjadi guru sebaiknya kalian nantinya menikah dengan yang seporofesi jadi kalian bisa saling membantu,, hemm dan itu juga yang lagi saya pikirkan.
Tidak hanya dibidang administrasi namun dibidang lainnya guru juga harus mampu menguasai panggung layaknya seorang artis yang menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur, seorang pelawak yang menghilangkan kebosanan dengan candaaan , seorang motivator yang mampu membangkitkan semangat hingga seorang filosofi yang mengatasi setiap permasalahan dengan kebijaksanaan, Bukan hanya sekedar pintar kemudian menguasai materi lalu pantas menjadi guru, guru itu tidak sekedar mengandalkan otak. jangan mimpi negara ini berhasil jika pembelajaran tidak terstruktur dengan baik dan tak semenarik yang kita inginkan, Okelah mungkin ada beberapa orang yang menyalahkan digaji guru yang rendah sehingga guru malas melakukan hal yang lebih, satu hal yang perlu ditanamkan ke kita semua kalau kamu mau mendapatkan kekayaan jadi guru sampai tulang belakang anda bengkok pun kau tidak akan kaya, kekayaan guru itu dihati nurani, disifatnya yang mulia, dijasanya yang tak terbalas dan disetiap senyuman ketulusan yang ia ajarkan., Hidup memang butuh uang, namun kinerja dan pengabdian jangan bertolak ukur pada uang,, tetaplah menjadi pahlawan tanpa jasa,, kita jangan lupa dengan pusi waktu kita sd yang menceritakan seorang guru yang mengayuh sepeda,, tanamkanlah sosok tersbut didalam jiwa kita, Insya Allah kedepannya jika semua orang berpikir seperti itu tentu negara ini akan lebih maju, tentu generasi muda negara ini akan selalu eksis dan berdaya saing global seperti yang kita harapkan. Jangan selalu menyalahkan anak murid kita yang bodoh karena hakikatnya tak ada manusia yang bodoh jika pengajarannya tepat dan benar. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, mohon maaf jika terdapat kata - kata yang menyinggung saya harap ini bisa menjadi kritikan yang memotivasi dan sebagai bahan intoropeksi kita masing-masing sebagai pelita bangsa, sebagai penutup saya ingin mengutip  Galileo berkata : "Kau tidak bisa mengajari orang apa pun, kau hanya bisa membantunya menemukan hal itu dalam dirinya sendiri".

1 comment:

  1. Harga ilmu dinegara ini memang murah, ada guru yg pagi jadi guru,siang harus kerja sampingan karna gajinya gak cukup untuk hidup sebulan..gimana ngajar bisa baik kalau kebutuhan gak tercukupi..bukan soal ukuran uang, tapi manusia hidup di dunia butuh makan&kebutuhan lain. Umumnya sekolah memberi honor berdasar jam ngajar, sedangkan admistrasi ngajar sama sekali gak dibayar. Sekali lg bukan melulu soal uang tapi perlu ada keseimbangan.saya yakin mereka bukan malas tapi memang waktu digunakan utk tambahan penghasilan

    ReplyDelete