Tuesday, 11 December 2012

Keputusan Gede : SI cacing Galau mau mitosis atau meiosi


Nah ketemu lagi hehe,, kali ini saya akan membahas mengenai mitosis dan meiosis pada cacing C. elegans, jadi sic acing galau kawan dia mau mitosis atau meiosis,,mekanisme mitosis dengan meiosisnya akan kita bahas,,, ok check it dot,
Kawan – kawan di berbagai spesies, sel germinal itu  bermigrasi ke gonad dengan sifat bipotential dan dapat berdiferensiasi menjadi sperma atau ovum , tergantung pada lingkungan dimana gonad itu berkembang. Alkisah nih disuatu  percobaan. ovarium salamander yang dipindah ke testis, sel-sel germinal berhenti berdifrensiasi menjadi sel telur  dan mulai berkembang sebagai sperma (Burns 1930; Humphrey 1931). Demikian pula, dalam lalat dan tikus, gonad mampu mengendalikan diferensiasi sel germinal (McLaren 1983; Inoue dan Hiroyoshi 1986). Dengan demikian, dalam sebagian besar organisme, jenis kelamin gonad dan sel germinal adalah sama.

Nah loh itu kalau hewan yang hermaprodit kurang lebih seperti itu akan tetapi detailnya belum ada yang tahu,,,masalah kata dosennya saya belum ada yang mau jadi donor heheheheh….. Untuk yang hewan hermaprodit mekanisme terjadinya suatu mitosis ataupun meiosis sudah dilakukan percobaan oleh austin n kimbel menggunakan cacing c. Elegans. Selain itu juga kita dapat mengetahui waktu kapan akan menjadi sperma dan sel

nah sih cacing yang memutuskan mitosis / meiosis ini diduga dikendalikan oleh sebuah sel tunggal yang tidak membelah yang berada pada ujung dari gonad sih acing,(perhatikan gambarnya),nama selnya itu distal tip. Prekursor sel germinal yang berada dekat sel ini membelah secara mitosis, sedangkan yang jauh dari ujung distal akan mengalami meiosis.
Jika si distal tip dihancurin oleh sinar laser, semua sel germinalnya akan mengalami meiosis, dan jika sel ujung distal ditempatkan di lokasi yang berbeda di gonad, sel-sel induk germinal akan bergenerasi ke posisi baru didekat distal tip. (Gambar 19.15; Kimble 1981; Kimble dan White 1981). Distal tip  meluas  dan memiliki filamen panjang yang menyentuh sel germinal . Filamen – filament ini dalam membran selnya  mengandung protein  Lag-2,  Protein Lag-2 mempertahankan sel-sel germinal dalam mitosis dan menghambat diferensiasi meiosis mereka.

Austin dan Kimble (1987) mengisolasi gonad sicacing ini dan memutasi  dengan meniru fenotipe diperoleh ketika distal tipnya itu dihapus. Dan ternyata disana terdapat suatu gen yang dinamakan GLP – 1. Gen GLP – 1 inilah yang diduga mengendalikan signal yang ada difilament tersbut, jadi eksperesi protein lag itu dikendalikan oleh Gen GLP – 1 yang berada didistal tip. Dengan demikian, GLP-1 gen tampaknya bertanggung jawab untuk memungkinkan sel-sel germinal untuk menanggapi sinyal sel ujung distal ini. *
Kesimpulannya : Yang menentukan terjadinya mitosis maupun meiosis yaitu sel distal yang mengandung GLP – 1 yang merupakan gen pengontrol signal yang dikirrimkan melalui filament – filament dari distal tip dalam bentuk protein yang dinamanak protein lag -2,.,, Sel – sel germinal atau sel kelamin yang dididekat distal tip dan menerima signal ini akan mengalami mitosis dan yang jauh dari distal tip akan mengalami meiosis.



 Nah selanjutnya untuk memahami kenapa si sel germinal bisa menjadi telur atau bisa menjadi sperma bisa dilihat ditabel dan penjelasannya dibawah sini..ok kita mulai hihihi
·         Sel germinal yang berada paling jauh / proksimal bahasa kerennya akan menjadi sel sperma nah yang paling dekat dengan dengan distal tip akan menjadi sel telur. Ini berarti bahwa sel yang mengalami meiosis awal akang menjadi sperma n yang bermeiosis kemudian akan menjadi sel telur.
·         Dipercobaan Austin ternyata yang mengendalikannya itu karena aktif fan tidak aktifnya pumilio gen. Pumilio gen ini merupakan gen yang berfungsi sebagai repressor yang artinya gen ini mengikat suatu basa di ujung 3 pada fase translasi sehingga mRNA dari suatu protein tidak dapat ditranslasi dan proteinnya spesifik tidak dapat terekpresi.
·         Perhatikan pada pembentukan sperma, yaitu sel germinal mengalami meiosis terlebih dahulu, pada saat itu gen plumilio belum aktif sehingga gen fem ditranskripsi menjadi mRNA fem dan dapat ditranlasi menjadi protein fog yang diduga mengambil peran dalam pembentukan sperma
·         Nah selanjutnya coba perhatikan pada pembentukan telur si gen plumilio ini sudah aktif dan dia menghalangi tahap translasi dari fem mRNA sehingga terjadi mutasi dan fog protein tidak terbentuk. Dan telur lah yang tercipta

Nah kawan itu tadi alkisah daric acing yang galau….semoga bermanfaat ,,,tunggu kisah selanjutnya.

No comments:

Post a Comment