Thursday, 6 December 2012

Sistem SK KD Penerapannya Bikin Calon Guru Mumet

Pusing adalah kata yang tepat untuk mengungkapkan ketidakpahaman saya mengenai penerapan SK dan KD dalam perancangan silabus maupun RPP. Berbagai pengajaran ataupun sosialisasi mengenai SK dan KD di berbagai instusi pendidikan masih mengambang, tidak perlu mengambil contoh jauh jauh cukup di FKIP Biologi Unram yaitu tempat dimana saya mencari ilmu. Beberapa dosen memiliki pemahaman dan pengajaran yang berbeda mengenai hal tersebut contoh realnya saja. Dimata pelaajaran Evaluasi Pembelajaran Biologi salah satu dosen mengajarkan saya bahwa untuk membuat suatu indikator yaitu hasil dari analisis kata kerja dan analisi materi dari KD. Nah kata kerja yang dianalisis untuk dibuat indikatornya harus dibawah kata kerja yang ada di KD atau minimal setara dengan KD sesuai dengan taksonomi bloom. Misalnya begini kata kerjanya mendiskripsikan, kita tahu bersama bahwa kata kerja mendiskripsikan itu berada dalam tingkat pemahaman jadi kata kerja yang ada di indikator yang kita buat harus setara atau dibawah itu , misalnya menjelaskan dan sebagainya. Lalu bagaimana apakah hal ini tidak menghambat kreativitas guru dan pengalaman belajar siswa akan sedikit ? nah jawabannya ada di Tujuan pembelajaran yang kita susun, disitu kita boleh merombak kembali, namun pusing lagi saya ketika saya bertanya kepada bapak dosen saya apakah boleh saya cantumkan kata kerja yang lebih tinggi dari indikator pak ? apakah tidak jadi masalah ? lalu beliau jawab yah akan jadi masalah. pusingkan ?.. Berbeda lagi dengan pendapat dosen saya yang lain ia mengatakan kita bebas menganalisis KD dan bebas menggunakan kata kerja apapun asalkan bisa diukur. Artinya kata kerja diindikator boleh diatas kata kerja yang terdapat dikompotensi dasar dan juga tambahan di tujuan pembelajarannya boleh dikreasikan sehingga pengalaman belajar yang diperoleh oleh siswa lebih maksimal. Bukankah indikator itu adalah tolak ukur pencapaian dari KD, tidak usah berpikiran hanya pada kata kerjanya saja , pikirlah seberapa banyak pengalam belajar yang akan dicapai dan sekali lagi pengertian kompotensi dasar ialah komptemsi minimal yang harus dicapai oleh siswa, digaris bawahi kata minimalnya. Mendengar pernyataan belia saya memang bingung tapi masuk akal juga, lalu mengapa pemahamannya berbeda - beda.. Saya sempat memprotes kedepan sebanarnya sistem pendidikan kita ini ruwet. Malah terdengar kabar bahwa ditahun 2013 nanta akan diterapkan kurikulum baru,. Yah saya berharap sih yang baru tidak tambah ruwet. kalau tambah ruwet mending dioptimalkan dulu yang sekarang pak .

No comments:

Post a Comment