Thursday, 13 December 2012

Tidak cukup dengan menaruh harapan di kurikulum 2013 !


Pendidikan merupakan tonggak kemajuan bangsa , cacatnya suatu pendidikan didalam suatu negara menggambarkan keadaan negara tersebut. berbagai inovasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia selalu dilakukan, khususnya oleh pemerintah. Baru - baru ini kita sempat dikagetkan  akan laouncingnya suatu kurikulum baru menggantikan KTSP., Kurikulum 2013 yang saat ini masih dalam tahap uji publik, dibuat dengan berbagai alasan tertentu, Ibrat sebuah handphone mungkin seperti itulah kurikulum di Indonesia, handphone yang fiturnya sudah ketinggalan contohnya handphone BB ( yang bisa bergetar dan bersenter itu loh ) haruslah diganti namun setelah diganti dengan handphone baru yang memiliki fitur lengkap gps, wifi, browsing dan sebagainya namun penggunaanyta tidak maksimal karena ketidaktahuan dari pemilik hp baik dari segi pemanfaatan maupun penggunaannya,kurang lebih sih analoginya seperti itu.  Salah satu alasan yang dikatakan oleh pak menteri pendidikan kita bahwa kurikulum indonesia sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman jadi sudah saatnya untuk diganti dengan yang baru. Alasan lainnya adalah kurangnya jam pelajaran dari tiap mata pelajaran sehingga harus ada penambhan jam pelajaran dimasing - masing pelajaran. 
Bagaimanapun pengembangan kurikulum yang dilakukan haruslah memberikan suatu kontribusi untuk kemajuan pendidikan di negeri ini, saya ingin membandingkan pengembangan kurikulum dengan proses pembuatan donat. Donat dikatakan berhasil dibuat jika dalam pengembangan terlihat makin membesar dari tepung yang kecil menjadi bulat besar, dan dapat dinikmati, yah kurang lebih seperti itulah seharusnya pengembangan kurikulum yang berhasil. Pengembangan kurikulum dikatakan berhasil jika output yang dihasilkan dari suatu proses pendidikan mempunyai kualitas intelektual yang tinggi dan berdaya saing global.
Sedikit gambaran mengenai kurikulum 2013 bisa dilihat ditabel dibawah ini.

Elemen Perubahan
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Struktur Kurikulum (Mata pelajaran dan alokasi waktu)
(ISI)
Holistik dan integratif berfokus kepada alam, sosial dan budaya
Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains
Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6
Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
TIK menjadi media semua matapelajaran
Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler
Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10
Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
Perubahan sistem: ada matapelajaran wajib dan ada matapelajaran pilihan
Terjadi pengurangan matapelajaran yang harus diikuti siswa
Jumlah jam bertambah 2 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
Penyesuaian jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan saat ini
Penyeragaman mata pelajaran dasar umum
Produktif disesuaikan dengan tren perkembangan Industri
Pengelompokan mata pelajarann produktif sehingga tidak terlau rinci pembagiannya

Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD
No
Komponen Rancangan
1
Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI
2
Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas
3
Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran
4
Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran
5
Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10 dapat dikurangai menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:
- IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dll
- IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
- Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
- Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
6
Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya bagi anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.
7
Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll
8
Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian

Usulan Rancangan Struktur Kurikulum SMP
No
Komponen Rancangan
1
Sama dengan SD, akan disusun berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik SMP dalam ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan
2
Menggunakan mata pelajaran sebagai sumber kompetensi dan substansi pelajaran
3
Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran
5
Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 12 dapat dikurangai menjadi 10 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:
- TIK menjadi sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran, tidak berdiri sendiri
- Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya
- Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
6
IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan
integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.
7
Bahasa Inggris diajarkan untuk membentuk keterampilan berbahasa
8
Menambah 6 jam pelajaran per minggu sebagai akibat dari perubahan pendekatan proses pembelajaran dan proses penilaian

Isu Terkait Rancangan Struktur Kurikulum SMA
No
Komponen Rancangan
1
Apakah masih perlu penjurusan di SMA mengingat:
- Sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem penjurusan di SMA
- Kesulitan dalam penyetaraan ijazah
- Dapat melanjutkan ke semua jurusan di perguruan tinggi
2
Tanpa penjurusan akan menyebabkan mata pelajaran menjadi terlalu banyak seperti pada SMA Kelas X saat ini, sehingga diperlukan mata pelajaran pilihan dan mata pelajaran wajib
3
Perlunya memberi kesempatan bagi mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk menyelesaikan lebih cepat atau belajar lebih banyak melalui mata pelajaran pilihan
5
Perlunya ujian nasional yang lebih fleksibel [dapat diambil di kelas XI]
6
Perlunya integrasi vertikal dengan perguruan tinggi
7
Perlunya memperkuat pelajaran bahasa Indonesia, termasuk sastra, terutama menulis dan membaca dengan cepat dan paham
8
Perlunya meningkatkan tingkat abstraksi mata pelajaran
9
Perlunya membentuk kultur sekolah yang kondusif

Isu Terkait Rancangan Struktur Kurikulum SMA
No.
Alternatif
Kelebihan
Kekurangan
1
Penjurusan Mulai Kelas X
Ada pengurangan pelajaran di Kelas X yang dianggap memberatkan
Implementasi mudah karena tidak banyak berbeda dengan yang ada
Peserta didik dapat berkonsentrasi penuh mempelajari bidang tertentu

Peminatan ditetapkan berdasarkan hasil belajar sebelumnya (Rapor/UN SMP, Tes Penempatan/Tes Bakat)
Menimbulkan stigma jurusan tertentu lebih unggul
Masih ada Penjurusan yang sudah tidak ada padanannya di dunia
2
Berdasarkan Minat pada Pendidikan Lanjutan
Pemilihan mata pelajaran berdasarkan minat ke pendidikan lanjutan
Memungkinkan untuk memilih mata pelajaran pada bidang yang berbeda
Tidak harus mengambil mata pelajaran yang tidak disukai
Perlunya membedakan mata pelajaran untuk persiapan ke perguruan tnggi dan untuk memenuhi rasa ingin tahu saja
Memerlukan administrasi akademik yang baik
Proses bimbingan harus efektif.
Sistem UN harus diubah
3
Non penjurusan (SKS)
Siswa belajar mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya
Tersedia pilihan mata pelajaran untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau untuk sekedar ingin tahu

Idem diatas [tetapi lebih kompleks lagi]

 Isu Terkait Kurikulum SMK
No
Isu

1
Ujian nasional sebaiknya tahun ke XI sehingga tahun ke XII konsentrasi ke ujian sertifikasi keahlian

2
Bidang keahlian yang belum sesuai lagi dengan kebutuhan global

3
Penambahan life and career skills [bukan sebagai mata pelajaran]

4
Perlunya melibatkan pengguna [industri terkait] dalam penyusunan kurikulum

5
Pembelajaran SMK berbasis proyek dan sekolah terbuka bagi siswa untuk waktu yang lebih lama dari jam pelajaran.

6
Kesimbangan hard skill/competence dan soft skill/competence

7
Perlunya membentuk kultur sekolah yang kondusif.

8
Pembagian keahlian yang terlalu rinci sehingga mempersulit pelaksanaannya di lapangan


Nah, itu tadi sedikit gambaran mengenai kurikulum 2013. Saya yakin pasti dibenak teman – teman adanya pergantian kurikulum menimbulkan pro – kontra, yang jelas yang perlu diketahui bahwa saat ini kurikulum 2013 lagi diuji publik dan apapun perubahan yang dilakukan di dunia pendidikan sekiranya kita tidak hanya dapat memberikan kritikan namun didiri kita sendiri selaku calon guru tidak ada perbaikan dan perubahan diri menjadi lebih baik, kalau sekarang saja calon guru masih banyak yang tidak berkompeten dan malas melakukan kewajibannya sebagai guru baik dari segi administrasi maupun mengajar lalu bagaimana Negara ini mau maju? Buat RPP dan Silabus saja masih mengeluh , tunjukkan kritikan kita sesuai dengan kinerja dan kompetensi. Sebagus apapun rancangan dan perubahan jika aplikasinya tidak ada dukungan dari beberapa elemen yang terkait, sebanyak  apapun dilakukan perubahan sampai bengkok , saya yakin hasilnya akan sama saja, semoga dengan adanya perubahan ini menimbulkan asa dan semangat baru dalam membawa dunia pendidikan di Indonesia di kancah Internasional.
 SEMANGAT CALON GURU !!

No comments:

Post a Comment