Saturday, 21 February 2015

Karena Waktu Takkan Pernah Terulang

Seandainya jika...
Seandainya jika..
dan apabila jika...
Itu mungkin beberapa pernyataan atau pertanyaan yang pastinya pernah muncul dalam benak kita semua. Setiap kita pasti punya rasa menyesal pada kondisi-kondisi tertentu dalam tiap hidup kita, seandainya saja waktu itu aku lebih rajin, aku lebih baik pada mereka, aku lebih dermawan atau lainnya tapi pada intinya hal yang kita sesalkan adalah 75 % adalah hal baik yang tidak kita kerjakan kemudia kita menyesali bahwa hal tersebut sangat bermanfaat bagi masa depan kita. Mungkin itu yang juga saya rasakan saat ini kawan, akan ada masa dimana kau merasa belum cukup melakukan sesuatu untuk dirimu, belum melakukan hal terbaik yang sebenarnya bisa kau lakukan. Entah apa itu mencari suatu eksistensi dirimu sebagai manusia atau kau melakukannya benar2 hanya untuk sebuah kebaikan orang lain tapi pada intinya apapun niatmu melakukannya itu akan memberikan arti bagi masa depan yang kamu jalani saat ini. 
Seandainya teori waktu terkait lubang hitam itu terpecahkan dan ilmuwan tentunya bisa membuat mesin waktu seperti impian para sutradara dalam berbagai film dari negeri paman sam, tentunya akan banyak manusia yang ingin kembali dan memperbaiki semuanya, tapi kembali lagi apakah itu yang tuhan inginkan, Jika itu ada maka kita tentunya tidak khawatir membuat kesalahan-kesalahan yang sama lagi, Bukankah itu dapat kita perbaiki dengan mesin waktu. Tapi tentunya Tuhan tidak akan pernah menginginkan itu. Tuhan ingin kita belajar dan memperbaikinya dimasa depan untuk menggapai momentum kita. Tidak pikir usia berapa kita saat ini ketika mata kita tersadar tetapi yang terpenting apa yang bisa kita lakukan disisa waktu kita di setiap kesempatan kita hidup. 
Aku tidak pernah takut akan ketinggalanku dalam sebuah pertandingan lari,
yang aku takut adalah aku berhenti sebelum finish karena lawanku telah mencapai Finish duluan. 

No comments:

Post a Comment